Emosi dan Gaya Bahasa dalam Kepenulisan

Gaya Bahasa dalam Kepenulisan

“Ketika saya membaca tulisan si A, saya merasakan kesedihan yang begitu mendalam. Namun, saat saya mencoba menulis hal serupa lalu membacanya, rasanya hambar”. Hmm, mungkin Anda belum sepenuhnya menerapkan gaya bahasa dalam kepenulisan.

Tiap penulis memiliki gaya bahasa yang berbeda, tergantung dari wataknya masing-masing.  Melalui penerapan gaya bahasa, pembaca dapat menilai kepribadian sang penulis. Gaya bahasa berbanding lurus dengan penilaian terhadap penulis. semakin baik gaya bahasanya, semakin baik penilaian pembaca terhadap penulis.

Penggunaan Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah penggunaan kekayaan bahasa dalam berucap atau menulis agar mendapatkan hasil tulisan yang estetis. Penggunaan gaya bahasa atau majas dalam kepenulisan bertujuan untuk memperindah sebuah tulisan, mebuatnya lebih bermakna dan pada akhirnya membuat seorang pembaca merasakan efek emosi yang dibangun.

Namun, perlu diingat menggunakan gaya bahasa harus sesuai kondisi dan situasi yang ada. Karena di setiap kehadiran majas dapat menarik pembaca untuk terus menerus membaca.

Fungsi Gaya Bahasa dalam Tulisan

Dalam sebuah tulisan, gaya bahasa sangat berperan penting dalam meyakinkan pembacanya. Selain itu, terdapat juga fungsi lain yang dari gaya bahasa, antara lain:

  • Meningkatkan selera pembaca karena variasi kalimat menjadi lebih menarik..
  • Menciptakan efek emosi pada pembaca yang artinya dapat mempengaruhi suasana hati sang pembaca.
  • Membuat efek terkesan bagi pembaca.

Jenis Gaya Bahasa dalam Kepenulisan

Gaya bahasa terbagi menjadi beberapa macam. Tiap jenis terdiri dari beberapa macam majas. Di bawah ini adalah penjelasan dari macam macam majas beserta contohnya:

1. Gaya Bahasa Perbandingan

Gaya bahasa ini berfungsi untuk membandingkan satu hal dengan hal lain. Majas perbandingan terbagi menjadi beberapa macam, antara lain:

Personifikasi (penginsanan)

Majas personifikasi membandingkan benda mati, keadaan, ataupun peristiwa dengan prilaku atau sifat manusia.

BACA JUGA   Kapan Anda Mulai Menulis Buku ?

Metafora

Majas ini membandingkan persamaan sifat dari satu objek dengan objek lain secara langsung. Metafora biasanya terdiri dari dua kalimat, konkrit dan abstrak.

Asosiasi

Majas asosiasi membandingkan dua objek yang memiliksi persamaan sifat dengan menggunakan kata sambung, “bak”, “seperti”, “bagai”, “laksana”, dsb. Penyampainnya dilakukan secara implisit. sehingga dibutuhkan penafsiran yang tepat oleh pembaca untuk dapat memahami tulisan yang mengandung majas ini.

Eufemism

Majas yang berguna untuk memperhalus kata yang kasar/tidak baik.

Metonimia

Majas yang menggantikan nama umum dengan hla khusus.

Simile

Perbandingan eksplisit dengan menambahkan kata hubung “bak”, “bagai”, “seperti”

Simbolik

Majas yang menyimbolkan suatu perbuatan atau hal.

Hiperbola

Gaya bahasa yang melebih lebihkan sesuatu keadaan yang sebenarnya biasa. Sehingga terlihat tidak masuk akal namun terkadang menghibur.

Litotes

Majas yang berupa penurunan kualitas suatu berguna untuk merendahkan diri.

Contoh gaya bahasa perbandingan (personifikasi): Kobaran api sore itu melahap ratusan kios pedagang.

(Kobaran api adalah benda mati, sedangkan melahap adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia).

2. Gaya Bahasa Sindiran

Sesuai dengan namanya, majas ini berfungsi untuk menyindir baik secara eksplisit maupun implisit.

Ironi

Majas yang berfungsi untuk menyindir seseorang dengan menyatakan kebalikan dari apa yang terjadi. jadi penulis berusaha untuk menyembunyikan fakta yang sesungguhnya dengan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Sinisme

Sindiran yang lebih “terang-terangan” daripada ironi

Sarkasme

Sindiran paling kasar.

Satire

Sindiran yang menghibur yang dapat membuat kita tertawa namun berisi kritik pedas.

Contoh gaya bahasa sindiran (Ironi):

Rajin sekali kamu hingga tidak mengerjakan tugas?

Kata “rajin” merupakan lawan kata dari malas. Jadi, maksudnya adalah sindiran pada seseorang karena malas sekali sampai tidak mengerjakan tugas.

3. Gaya Bahasa Pertentangan

Majas pertentangan merupakan majas yang menggunaan diksi berlawanan dalam satu kalimat namun tetap memiliki makna yang benar.

BACA JUGA   Membedakan antara Opini dan Interpretasi

Paradoks

Majas yang seakan akan bertentangan tapi keduanya benar.

Antitesis

Paduan kata yang memiliki arti berlawanan.

Kontradiksio Interminis

Majas yang belawanan dengan kata kata yang telah disebutkan di awal.

Contoh majas pertentangan (Antitesis):

Besar kecil keuntungan harus dibagi rata

Kata besar dan kecil adalah kata yang memiliki arti yang berlawanan. kedua kata tersebut disandingkan untuk membentuk sebuah paduan kata yang bermakna. Disini maksudnya ialah entah keuntungan yang didapat banyak ataupun sedikit harus dibagi rata.

4. Gaya Bahasa Penegasan

Gaya bahasa yang bertujuan untuk memberikan penegasan. Hal ini bertujuan untuk membuat pembaca menyetujui dengan apa yang dituliskan.

Pleonasme

Penambahan keterangan pada sesuatu yang sudah jelas maksudnya. gaya bahasa ini membuat tulisan menjadi terlihat tidak efektif.

Repetisi

Menuliskan kata berulang kali dalam sebuah kalimat.

Retorika

Majas yang berbentuk kalimat tanya yang tak perlu jawaban.

Tautologi

Penggunaan kata yang memiliki kesamaan arti untuk memberikan kesan penegasan.

Klimaks

Pengurutan kata berdasarkan tingkatan dari rendah ke tinggi

Antiklimaks

Pengurutan kata berdasarkan tingkatan dari tinggi ke tinggi ke rendah.

Contoh majas penegasan (Repetisi):

Rindu itu sakit,

Rindu itu kesal,

Rindu itu membuatku terluka.

Disini kata “rindu” diulang sebanyak 3 kali diawal. Hal ini bertujuan untuk menegaskan arti kata tersebut yang sebenarnya memiliki banyak makna.

Itulah tadi beberapa fungsi dan jenis gaya bahasa dalam kepenulisan. Gaya bahasa di atas merupakan gaya bahasa dalam penulisan cerpen, puisi bahkan berita. Penggunaan gaya bahasa yang tepat sudah tentu akan membuat pembaca terkesan dan penyampain makna akan lebih indah dan mudah.

Facebook Comments
BERGABUNG BERSAMA KAMI
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Bergabunglah dengan pengunjung lainnya untuk menerima email rutin dari saya tentang kreativitas yang penting untuk penulisan artikel, blog dan buku
Email Anda aman bersama kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2021 PENULIS KREATIF

                           PERKENALAN    

Iwan Wahyudi adalah Penulis Biografi, Ghost Writer dan Penulis Konten Perusahaan yang telah berpengalaman selama 10 tahun. 

Sebagai penulis telah membantu 30 + klien personal menyelesaikan penulisan bukunya. Ia bersama tim juga telah menyelesaikan puluhan konten perusahaan, baik berupa laporan (seperti annual report, sustainability report, CSR report) maupun yang berupa buku dokumentasi dan informasi (seperti buku sejarah dan majalah perusahaan)

Atas pencapaiannya ia juga  mendapatkan kepercayaan untuk membantu penerbitan buku kuliah berbagai universitas yang ada di Indonesia. Dengan cara ini ia memberi sumbangsih untuk turut mencerdaskan anak bangsa. 

Ia akan tetap membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun; pribadi, perusahaan, instansi, organisasi, lembaga pendidikan dan yang lainnya untuk menghasilkan buku yang kreatif dan berkualitas dari segi isi dan tampilan.

Minat bekerja sama ? Silahkan WA di 0822 3000 3636