Makin Maraknya Self Publishing di Indonesia

Setelah tahu pengertian self publishing, saat ini kita akan membahas tentang perkembangannya di Indonesia. Ini sengaja kami bahas untuk memberikan gambaran pada Anda bahwa tidak selamanya penerbitan buku hanya sukses jika telah di terbitkan di penerbit besar.

Pada tahun 2005  kita mungkin kagum dengan buku seri Tasawuf Modern, karya Agus Mostafa. Dengan membidik segmen tertentu, penerbitan buku ini bisa dikatakan sukses dengan setiap kali judul buku diterbitkan penjualannya luar biasa. Ternyata penerbit yang menggarap buku seri diskusi Islam ini adalah Padma Press, yang juga dipimpin oleh sang penulis, Agus Mustofa.

Contoh lainnya adalah Aa Gym dengan penerbit Mutiara Qolbun Saliim (MQS)-nya. Buku-buku yang diterbitkan bukan hanya laku di kalangan pesantren Daarut Tauhid, tapi juga di pasaran umum. Misalnya buku Biografi Aa Gym dan buku Setengah Isi Setengah Kosong (Sisko) karya Parlindungan Marpaung, adalah dua buku dari sekian buku terbitan MQS yang laris manis hingga cetak beberapa kali cetak ulang.

Ary Ginanjar Agustian juga bisa dibilang sukses dengan buku motivasi spiritualnya, Emotional Spiritual Question (ESQ), yang bukan hanya menjadi buku bacaan, tapi buku itu juga menjadi panduan setiap kali seminarnya digelar.

Untuk genre novel Dewi “Dee” Lestari juga sukses dengan menerbitkan dan memasarkan sendiri novelnya, Supernova, yang dapat menjual 5000 eksemplar buku dan cetak ulang hingga mencapai 32.000 buku. Suatu pencapaian yang membanggakan memang.

Dari contoh tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dengan isi buku yang menarik, ditambah dengan banyaknya relasi yang kita punya, bisa jadi kita bisa sukses melampaui penulis yang bukunya diterbitkan di penerbit besar.

Dengan adanya kondisi tersebut maka tidak aneh jika kini self publishing makin berkambang. Perkembangan self publishing inilah yang makin memberikan kepercayaan diri kepada mereka yang memiliki ide dan gagasan orisinil untuk menulis buku. Semua bisa diwujudkan, jika pun mereka mempunyai kendala dengan waktu dan masalah teknis tentang penulisan buku, saat ini sudah mulai banyak penulis yang menawarkan jasa sebagai ghost writer (penulis bayangan) ataupun co-writer (penulis pendamping).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *