Tag Archives: cara penulisan autobiografi

Memoar, Kisah Hidup Menarik dan Populer

Dalam menulis bukukisah hidup klien berhak menentukan kisah hidup yang mana yang ingin ditulisnya. Ada klien yang memilih untuk menulis kisah hidupnya secara lengkap; mulai ia lahir, masa kecilnya hingga apa yang dialaminya saat ini. Atau tidak jarang seorang menulis kisah hidupnya hanya beberapa tahun saja yang dianggapnya masa penting dalam hidupnya.

Ini adalah pilihan klien yang harus dimegerti oleh seorang penulis biografi. Bisa jadi seorang menganggap beberapa tahun yang ia jalani itu penting karenas ia ingin menjelaskan kepada banyak orang bahwa pada masa itu banyak hal yang ingin ia sampaikan, namun karena terbatasnya waktu karena kesibukannya melakukan berbagai tugas, maka hal itu tidak terealisasi.

Dan jika Anda juga mengalami hal yang serupa, maka yang Anda butuhkan adalah menulis kisah hidup Anda dalam sebuah buku memoir biografi. Ya, memoir adalah jenis dari buku kisah hidup yang hanya mengisahkan sepenggal perjalanan hidup sang tokoh selama beberapa tahun. Biasanya beberapa tahun yang ia kisahkan ini saat ia menjabat sebagai pemimpin dalam organisasi, instansi atau juga masa lainnya dimana ia menganggap bahwa waktu itu adalah saat yang paling bersejarah dalam hidupnya.

Manfaat ditulisnya sebuah memoar adalah untuk memberikan penjelasan tentang beberapa hal dengan  paparan yang panjang kepada banyak orang tentang apa yang dilakukannya selama beberapa tahun tersebut dalam bentuk berkisah, karena itu penyajiannya lebih enak dibaca.

Misalnya seorang tokoh saat ia mengemban tugas dalam masyarakat yang membentuk opini tentang dirinya mayoritas adalah media. Karena itu pemberitaan tentang tokoh tersebut bisa jadi berbeda, tergantung media yang memberitakannya. Karena itu pada saat proses penulisan memoar ia mempunyai kesempatan unuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tentang pemberitaan yang pernah beredar di masyarakat tersebut.

Dalam penulisan memoar saat ia mengemban amanat itu ia bisa menceritakan apa yang ia alami, rasakan dan pikirkan. Memoar juga bisa menjadi pemaparan yang panjang tentang berbagai kondisi perasaan tokoh selama ia menjalankan tugas yang berat di masyarakat. Karena itu meskipun rentang waktu memoar hanya beberapa tahun, namun dari pemaparan yang panjang ini bisa didapatkan panjang tulisan yang tidak kalah dengan dua jenis buku kisah hidup lainnya ; biografi dan autobiografi.

Maka tidak aneh jika penulisan memoar ini penting bagi sebagian tokoh yang ingin membagikan pengalaman hidupnya kepada banyak orang. Setidaknya saat ia mengemban amant yang diberikan banyak orang kepadanya.

Memoar sebagai Kisah Hidup Menarik dan Populer

Kini saatnya kita membahas tentang memoar sebagai kisah hidup menarik dan popular. Sebagaimana yang kita pahami bersama,  dalam menulis buku kisah hidup klien berhak menentukan kisah hidup yang mana yang ingin ditulisnya. Ada klien yang memilih untuk menulis kisah hidupnya secara lengkap; mulai ia lahir, masa kecilnya hingga apa yang dialaminya saat ini. Atau tidak jarang seorang menulis kisah hidupnya hanya beberapa tahun saja yang dianggapnya masa penting dalam hidupnya.

Ini adalah pilihan klien yang harus dimegerti oleh seorang penulis biografi. Bisa jadi seorang menganggap beberapa tahun yang ia jalani itu penting karena ia ingin menjelaskan kepada banyak orang bahwa pada masa itu banyak hal yang ingin ia sampaikan, namun karena terbatasnya waktu karena kesibukannya melakukan berbagai tugas, maka hal itu tidak terealisasi.

Dan jika Anda juga mengalami hal yang serupa, maka yang Anda butuhkan adalah menulis kisah hidup Anda dalam sebuah buku memoir biografi. Ya, memoar biografi atau juga biasa disebut dengan memoar adalah jenis dari buku kisah hidup yang hanya mengisahkan sepenggal perjalanan hidup sang tokoh selama beberapa tahun. Biasanya beberapa tahun yang ia kisahkan ini saat ia menjabat sebagai pemimpin dalam organisasi, instansi atau juga masa lainnya dimana ia menganggap bahwa waktu itu adalah saat yang paling bersejarah dalam hidupnya.

Manfaat ditulisnya sebuah memoar adalah untuk memberikan penjelasan tentang beberapa hal dengan  paparan yang panjang kepada banyak orang tentang apa yang dilakukannya selama beberapa tahun tersebut dalam bentuk berkisah, karena itu penyajiannya lebih enak dibaca.

Misalnya seorang tokoh saat ia mengemban tugas dalam masyarakat, yang membentuk opini tentang dirinya mayoritas adalah media. Karena itu pemberitaan tentang tokoh tersebut bisa jadi berbeda, tergantung media yang memberitakannya. Karena itu pada saat proses penulisan memoar ia mempunyai kesempatan unuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tentang pemberitaan yang pernah beredar di masyarakat tersebut.

Memahami sebuah memoar sebagai kisah hidup menarik dan popular adalah sama dengan memahami bahwa walam penulisan memoar seorang tokoh bisa menceritakan apa yang ia alami, rasakan dan pikirkan saat ia mengemban sebuah amanat yang dipercayakan kepadanya. Memoar juga bisa menjadi pemaparan yang panjang tentang berbagai kondisi perasaan tokoh selama ia menjalankan tugas yang berat di masyarakat. Karena itu meskipun rentang waktu memoar hanya beberapa tahun, namun dari pemaparan yang panjang ini bisa didapatkan panjang tulisan yang tidak kalah dengan dua jenis buku kisah hidup lainnya ; biografi dan autobiografi.

Maka tidak aneh jika penulisan memoar ini penting bagi sebagian tokoh yang ingin membagikan pengalaman hidupnya kepada banyak orang. Setidaknya saat ia mengemban amanat yang diberikan banyak orang kepadanya. Inilah bukti bahwa sebuah memoar sebagai kisah hidup menarik dan populer.

Biografi sebagai Kisah Hidup yang Layak Dibagi

Penting untuk memahami pernyataan bahwa biografi sebagai kisah hidup yang layak dibagi. Setelah sebelumnya kita membahas tentang karakteristik buku autobiografi, saat ini pembahasan kita akan tertuju pada buku biografi sebagai salahsatu jenis buku kisah hidup dan berbagai pemahaman orang tentang buku biografi. Dengan pemahaman akan hal ini semoga Anda akan menemukan berbagai manfaat dalam setiap buku biografi.

Berbicara tentang buku biografi sebenarnya berbicara tentang bagaimana kita mengisahkan sebuah kisah hidup seseorang yang telah meninggal. Meskipun dalam keseharian masih banyak yang menyebut semua buku kisah hidup menjadi buku biografi. Ada banyak sebutan untuk buku kisah hidup, dan memang diantara sebutan yang umum itu adalah buku biografi.

Sebenarnya buku kisah hidup itu terbagi menjadi tiga bagian. Buku biografi, adalah buku yang mengisahkan kisah hidup seseorang yang telah meninggal. Buku autobiografi, adalah buku yang mengisahkan kisah hidup seseorang yang masih hidup. Dan memoar, yaitu buku yang bercerita tentang cuplikan atau potongan kisah hidup seseorang selama beberapa tahun yang menurut sang tokoh lebih menarik.

Jadi jika ada yang menyebut kata biografi, maka yang harus kita pahami bahwa buku tersebut menceritakan kisah hidup seseorang yang telah meninggal. Dengan begitu tentu saja pihak yang menulis buku biografi adalah orang terdekatnya. Baik ditulis sendiri atau dengan meminta bantuan seorang penulis biografi profesional.

Banyak alasan mengapa sebuah buku biografi ditulis. Dari sekian banyak alasan yang ada, maka yang paling mendasar adalah karena pihak terdekat tokoh yang ditulis ingin membagikan kisah menarik orang yang dicintai itu kepada banyak orang. Jika hal ini yang memotivasi orang-orang terdekat sang tokoh yang telah meninggal itu, maka bisa dipastikan bahwa mereka telah mengartikan bahwa sebuah buku biografi sebagai kisah hidup yang layak dibagi.

“Banyak kisah yang berisi tentang perjuangan hidup, nilai-nilai religi atau nilai panutan yang bernilai dari seorang tokoh yang telah meninggal dimana kisah itu patut dipelajari oleh banyak orang,” ungkap seorang klien kepada saya yang ingin kisah hidup orang terdekatnya yang telah meninggal dibukukan menjadi buku biografi.

Dengan mengisahkan sebuah perjalanan hidup yang menarik dan bermanfaat dari seorang tokoh yang patut di teladani, maka bukan hanya keuntungan materi yang bisa didapatkan jika penjualan sebuah buku biografi sukses di pasaran, tapi pihak yang menulis buku biografi tersebut juga telah memberikan manfaat kepada orang lain dengan nilai-nilai keteladanan tokoh yang bisa menginspirasi banyak orang meski sang tokoh tersebut sudah meninggal.

Jadi bagi Anda yang ingin mengabadikan kisah hidup orang terdekat Anda yang telah meninggal menjadi sebuah buku, maka buku biografi menjadi pilihannya. Anda bisa menulisnya sendiri dengan berbagai memori selama beliau hidup bersama Anda. Atau jika Anda ingin hasilnya lebih menarik, Anda bisa menggunakan jasa penulis biografi sebagai pelaksana niat Anda itu. Itulah makna bahwa buku biografi sebagai kisah hidup yang layak dibagi sebagaimana pembahasan kita kali ini.

Autobiografi sebagai Penuturan Kisah Hidup Syarat Arti

Penting untuk memahami sebuah buku autobiografi sebagai penuturan kisah hidup syarat arti. Karena sebagai salah satu jenis buku kisah hidup sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya, autobiografi memang harus ditulis dengan seleksi yang ketat dari sekian banyak kisah hidup yang pernah dialami tokohnya.

Autobiografi sebagai salahsatu jenis buku kisah hidup atau yang banyak yang menyebut sebagai buku biografi, mempunyai manfaat sebagai buku kisah hidup yang lebih menyampaikan kisah hidup seseorang dari sudut pandangnya sendiri. Buku autobiografi bisa ditulis sendiri oleh pelakunya, namun untuk menghasilkan buku yang lebih enak dibaca, tidak ada salahnya jika Anda memakai jasa penulis biografi.

Anda yang berencana menulis buku autobiografi harus menentukan lebih dulu dari sudut pandang mana kisah hidup Anda ditulis. Ini karena bisa jadi setiap sisi kehidupan Anda  menarik menurut Anda, namun bisa jadi itu tidak memberikan nilai dan manfaat pada pembaca. Karena itu berusahalah memilih sisi kehidupan yang bisa memberikan nilai universal bagi pembaca buku Anda.

Dengan Anda melakukannya, maka penulisan buku autobiografi Anda tidak hanya menjadi bacaan yang menarik untuk Anda, tapi juga menarik bagi orang lain, karena di dalamnya mengandung nilai yang bisa diterima dan bermanfaat bagi semua orang.

Misalnya perjuangan Anda saat berusaha keras dalam menuntut ilmu, memulai usaha, memulai hidup baru dengan pasangan atau kisah pahit-manis awal pernikahan akan lebih menarik dibanding saat Anda sudah berada di puncak kejayaan dan mengisahkan berbagai kelebihan Anda.

Autobiografi sebagai penuturan kisah hidup syarat arti karena dalam buku jenis ini mempunyai kelebihan dibanding buku kisah hidup lainnya –biografi dan memoar-, dimana yang menyampaikan kisah yang ditulis adalah pelakunya sendiri. Dengan begitu data dan dokumen yang diperlukan bisa lebih lengkap. Dari sisi inilah buku autobiografi bisa menjadi rujukan data bagi mereka yang membutuhkan referensi tentang tokoh yang ditulis.

Namun, autobiografi juga mempunyai kelemahan, terutama jika penuturan yang disampaikan oleh sang tokoh terkesan teralu obyektif. Penuturan yang terlalu obyektif biasanya tidak disukai oleh pembaca, terutama jika yang diberikan tersebut tidak disertai data-data dan bukti yang kuat.

Karena itulah dalam hal ini tidak ada salahnya jika Anda tertarik untuk menulis buku autobiografi, Anda memakai jasa penulis biografi  yang telah berpengalaman. Ia akan lebih tahu bagaimana sebaiknya penuturan yang baik disajikan dalam bentuk tulisan, sehingga buku anda nantinya bisa diterima oleh orang banyak. Ia juga lebih mahir dalam menuliskan setiap penuturan kisah hidup Anda sehingga tulisan yang dihasilkan syarat arti kehidupan. Itulah maksud dari pernyataan bahwa buku autobiografi sebagai penuturan kisah hidup syarat arti.

 

Sumber: Iwan Wahyudi

Manfaat Lebih Mengenal Buku Kisah Hidup

Kali ini saya akan berbagi tentang manfaat lebih mengenal buku kisah hidup. Ini saya anggap penting, karena dengan mengenal genre sebuah buku, maka kita akan lebih tahu bagaimana cara penulis memberikan nilai-nilai penting dalam buku yang ditulisnya diantara banyaknya genre buku dalam perkembangan dunia perbukuan yang makin pesat saat ini.

Kita harus akui bahwa perkembangan buku saat ini membuat banyak penerbit dan penulis berlomba-lomba untuk menghasilkan karya. Namun, biasanya pihak penerbitan lebih mengutamakan passion dari penulisnya untuk lebih bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Ini karena dengan passion, maka daya tahan sang penulis dalam menuliskan genre yang ditulisnya akan lebih lama, dibanding mereka yang hanya menulis sebuah genre tanpa passion yang kuat.

Dari sekian banyak jenis buku yang berkambang di Indonesia, salahsatu yang kini perkembangannya sangat pesat adalah buku kisah hidup. Sebelum masuk pada pembahasan, alangkah baiknya jika lebih mengenal dulu berbagai istilah tentang buku kisah hidup. Ini karena kita akan menjumpai banyak sebutan yang bisa disematkan pada buku kisah hidup. Ia bisa disebut sebagai buku kisah hidup, buku riwayat hidup, buku biografi, memoar atau autobiografi dan munbgkin masih ada sebutan lainnya yang intinya merupakan buku yang berisi tentang kisah hidup seseorang.

Manfaat lebih mengenal buku kisah hidup adalah kita akan lebih lebih tahu mengapa buku kisah hidup ini ditulis. Ada buku yang ditulis untuk menjelaskan perjalanan hidup sang tokoh mulai ia lahir hingga tua, bahkan meninggal. Buku seperti ini kita menyebutnya dengan buku biografi. Penulisan buku biografi ini biasanya atas permintaan pihak keluarga atau kerabat, dengan tujuan untuk bisa mengenang kisah hidup tokoh dan memberi panutan bagi generasi selanjutnya.

Namun, ada pula yang buku yang ditulis dengan rentang waktu antara saat tokoh lahir hingga saat ini yang dituturkan langsung oleh tokoh. Buku kisah hidup seperti ini kita sebut buku autobiografi. Dalam buku autobiografi ini sang tokoh bisa menulis sendiri kisah hidupnya atau meminta bantuan dari seorang penulis biografi berpengalaman.

Sedangkan jenis buku kisah hidup yang ketiga adalah memoar, yaitu buku kisah hidup yang menceritakan perjalanan hidup tokoh pada periode waktu tertentu. Ini dilakukan karena sang tokoh merasa pada periode tertentu itulah ia mengalami perjalanan hidup yang kiranya bisa lebih menarik untuk bacaan umum.

Tiga jenis buku kisah hidup ini yang bisa menjadi pilihan Anda dalam menuliskan kisah hidup Anda atau orang yang Anda kagumi. Pilihlah mana yang lebih cocok untuk Anda, autobiografi atau memoar. Atau Anda juga berminat juga bisa menulis buku biografi orang yang berkesan bagi Anda; orangtua, guru, tokoh masyarakat atau yang lainnya. Anda bisa menuliskannya sendiri atau meminta bantuan khusus seorang penulis biografi. Demikian manfaat lebih mengenal buku kisah hidup yang bisa saya jelaskan dalam pembahasan ini.

 

Sumber: Iwan Wahyudi

Aktualisasi Diri dan Karakter Tokoh dalam Penulisan Biografi

Penting untuk mengetahui bagaimana aktualisasi diri dan karakter tokoh dalam penulisan biografi. Ini karena dalam menuliskan kisah hidup klien dalam buku biografi sangat berbeda dibanding saat kita menulis buku dengan genre yang lain. Dalam penulisan biografi kita harus bisa menuturkan kisah hidup seseorang sesuai dengan karekternya. Karena itu benar jika ada yang mengatakan bahwa menjadi penulis biografi memang sangat menantang.

Misalnya dalam menanggapi suatu permasalahan yang dihadapi tokoh yang ditulis, jika kita menulis buku selain genre biografi, kita biasanya menguraikannya secara gamblang dan terperinci. Yang biasanya kita lakukan adalah kita memakai berbagai rujukan dari berbagai sumber yang berfungsi unutk mendukung argumen kita. Tujuannya hanya satu, agar argumen kita menjadi lebih kuat, bahkan mungkin kita berharap tidak terbantahkan oleh argumen lainnya.

Tapi dalam menulis biografi hal itu tidak bisa dipakai sepenuhnya. Mengapa? Jawabannya adalah karena penulis biografi yang baik sejatinya hanya boleh melakukan interpretasi pada apa yang dilakukan sang tokoh terhadap masalah , itupun dengan bersumber dari wawancara yang mendetail dengan tokoh. Jadi, tidak boleh ia terlanjur menyampaikan argumentasinya, hingga seakan menyimpulkan sendiri mengapa sikap, tindakan dan perbuatan dilakukan oleh tokoh tanpa meminta keterangan melalui wawancara sebelumnya.

Harus adanya keseimbangan antara aktualisasi diri dan karakter tokoh dalam penulisan biografi ini juga yang menyebabkan penulisan buku biografi bisa memakan waktu yang lebih lama dari penulisan buku lainnya. Karena setiap paparan yang dituliskan oleh seorang penulis biografi bukan seperti paparan penulis buku genre lain yang mendapatkan data dari berbagai sumber lalu mengolahnya. Tidak seperti itu.

Kita harus bisa menyeimbangkan keduanya –aktualisasi diri dan karakter tokoh- dengan lebih proporsional, sehingga setiap pembaca buku biografi tersebut merasa bahwa saat membaca buku mereka seakan sedang bertutur dengan sang tokoh.

Karena itu yang lebih menarik dalam penulisan biografi adalah bagaimana kita menuliskan setiap kata, kalimat, paragraf hingga membentuk naskah yang utuh sebuah buku dengan gaya bahasa dan karakter tokoh. Ini adalah hal yang menarik, karena kita harus menyelami apa yang dialami dan dirasakan oleh tokoh pada setiap perjalanan hidupnya.

Dalam hal ini tentunya pihak keluarga dan kerabat dekat yang intens berhubungan dengan tokoh akan menilai, apakah buku biografi yang kita tulis sudah mencerminkan pribadi dan karakter tokoh tersebut. Jika sudah mencerminkan karakter sang tokoh, maka penulisan biografi tersebut dianggap berhasil, begitu juga sebaliknya. itulah makna pentingnya keseimbangan antara aktualisasi diri dan karakter tokoh dalam penulisan biografi yang harus selalu kita jaga.

 

Sumber: Iwan Wahyudi

Incoming search terms:

  • biografi besrta credit

Buku Biografi tentang Kegalauan Seorang Einstein

Buku biografi tentang kegalauan seorang Eisntein sebagai seorang ahli fisika bisa jadi tidak banyak diketahui orang lain. Namun saat ini kata galau saat ini sering dipakai untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak menentu. Biasanya ini berkaitan dengan hubungan asmara antara dua insan, dan salah satu penyebnya adalah saling bertentangannya pasangan dengan kegemaran atau pekerjaan yang dijalani.

Ternyata hal itu bukan hanya terjadi pada kita, tapi Einstein pun pernah mengalaminya. Cerita ini saya dapatkan di buku biografinya. Enstein yang terkenal jenius itupun mengalami kegalauan saat mencari pasangan hidupnya. Ya, dalam buku biografi Einstein, Kehidupan dan Pengaruhnya bagi Dunia, yang ditulis oleh Walter Isaacson tampak bagaimana seorang Enstein mengalami kegalauan dalam hubungan asmaranya.

Marie Winteleer yang cantik dan disukai oleh orangtua dan seluruh kerabat Enstein membuat sang jenius ini berpikir ulang untuk menjalin hubungan serius dengannya. Ya, sebagai seorang pecinta ilmu yang sering mengklaim dirinya sebagai seorang penyendiri, seakan gaya hidup Einstein bertentangan dengan Winteleer yang penuh gemerlap, mungkin ini juga pengaruh dari keluarganya yang bangsawan.

Namun yang paling mengusik Einstein adalah bagaimana dalam beberapa kali menulis suratnya sang wanita menulis betapa dia tidak sepadan dengan Einstein. Bahkan dalam salah satu suratnya dengan terus terang dia mengatakan bahwa sebagai seorang guru ia merasa terpaksa belajar lagi sebelum mengajar, hanya karena tidak ingin terlihat bodoh di depan para siswanya. Inilah mungkin yang semakin membuat Enstein tidak klop dengan wanita yang selama ini rutin melakukan surat-menyurat dengannya.

Dalam Buku biografi tentang kegalauan seorang Eisntein ini pun diceritakan bahwa rasa galau Einstein kian menjadi saat selanjutnya ia dekat dengan teman sekelasnya, Mileva Maric, seorang wanita keturunan Serbia yang lebih tua tiga tahun dari Einstein. Mileva dikaruniai otak yang cerdas, tapi penampilan fisik yang tidak se-menarik Marie Winteler.

Apa yang ada pada diri Mileva ini merupakan daya tarik bagi seorang Enstein. Keduanya mempunyai karakter yang sama, seorang pembelajar dan penyendiri yang serius. Ini yang membuat Einstein merasa nyaman berada lama dengan kekasih barunya.

Namun apa yang dirasakan Einstein ini tidak diterima dengan tangan terbuka oleh orangtuanya. Mereka menganggap Mileva tidak sepadan dengan Einstein. Karena itulah Einstein harus melakukan berbagai cara untuk meyakinkan orangtuanya akan kelebihan kekasih barunya. Sebagai anak yang menghormati orangtua, Einstein tetap menjaga hubungan baiknya dengan tetap rutin mengunjungi mereka.

Dan pada akhirnya pun ia bisa menikah dengan Mileva Maric, seorang yang pada awalnya tidak diterima di lingkungan keluarganya namun mempunyai peran yang besar pada awal karier Eisnten sebagai ahli fisika bertaraf Internasional. Ini mungkin sulit terjadi jika ia tetap menjalin hubungan dengan kekasih sebelumnya.

Ini adalah bukti kegigihan Einstein dalam memperjuangkan dua hal yang ia cintai; wanita dan pekerjaannya. Dengan caranya sendiri ia bisa mendapatkan apa yang diperjuangkannya itu. Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kita yang mengalaminya, karena tidak jarang seseorang harus dihadapkan dengan dua pilihan; pasangan atau pekerjaan. Dan dalam kasus Einstein, ia termasuk yang beruntung, karena bisa mendapatkan keduanya. Inilah penggalan cerita dari sebuah Buku biografi tentang kegalauan seorang Eisntein.

 

Sumber: Iwan Wahyudi

Menulis Biografi sebagai Proses Evaluasi Diri

Kali ini saya akan menjelaskan pernyataan bahwa menulis biografi sebagai proses evaluasi diri. Sebelumnya kita membahas tentang bagaimana manfaat menulis buku kisah hidup. Kali ini pembahasan kita adalah tentang bagaimana sebuah proses menulis tak ubahnya seperti guru yang mendidik muridnya.

Mungkin ada sebagian dari kita yang menjadi guru, dimana saat kita mengajar siswa, kita sering menganjurkan pada mereka untuk melakukan hal terpuji, yang kadang kita sendiri enggan dan berat melakukannya. Tak berbeda dengan itu, menulis pun kadang hanya berisi anjuran kosong, tanpa kita lebih dulu melakukannya.

Namun haruskah amalan yang baik “seperti mengajar dan menulis- terhenti hanya karena kita belum melaksanakannya? Tidak juga. Dengan tetap melakukan amalan baik tersebut, kita juga bisa tetap menjalankan proses evaluasi diri, melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Kejujuran adalah Awal Segalanya

Dalam buku The Secret of Biografi (Rahasia Menulis Biografi ala Ramadhan K.H) karya Zulfikar Fuad, sang penulis banyak membahas tentang bagaikana kiat-kiat tulisan dalam  mahakarya yang dipersembahkan oleh penulis biografi legendaris Indonesia, Ramadhan, K.H. sebagai gurunya.

Dalam berbagai pembahasan yangt menarik itu ia memberikan point penting dari setiap karya Ramadhan KH. Point penting darinya yang dipetik dari seorang penuli sekaliber Ramadhan KH adalah kejujuran sang penulis dalam mengisahkan tokohnya. Jadi sebuah biografi yang ditulis secara jujur sebagaimana yang ada pada tokoh adalah biografi yang bagus.

Ya, kejujuran inilah yang membuat orang menjadi proporsional, tidak berlebihan dalam menggambarkan tokoh besar sekalipun. Toh manusia juga merupakan makhluk Tuhan, jadi jika dalam perjalanan hidupnya ia melakukan kesalahan itu wajar.

Yang menjadi tidak wajar adalah jika sang penulis menggambarkan tokohnya sebagai sosok yang sempurna, bagus dalam segala hal, maka bisa dipastikan tulisan seperti ini hanya membuat para pembaca bosan. Karena buku biografi yang sejatinya memberikan nilai kemanusiaan sang tokoh dengan catatan penulis jujur menulis kisah hidupnya, berubah menjadi buku yang terlalu menyanjung tokohnya bak sinetron di layar kaca.

Memahami proses menulis biografi sebagai proses evaluasi diri adalah bagaimana melatih kita untuk senantiasa jujujr dalam menulis. Jujurlah dalam menulis, baru nanti kita bisa menangkap nilai perjalanan sang tokoh; meski ia pernah berbuat salah, akhirnya ia berusaha untuk berubah; meskipun ia pernah hampir menyerah karena dihujani kegagalan, toh akhirnya ia bangkit untuk kesuksesannya.

Dangan kebiasaan menulis jujur dari dalam diri kita juga akan tumbuh rasa optimis menjalani hidup. Sebagaimana proses hidup tokoh yang kita tulis, kita akan tetrinspirasi bahwa setiap perjalanan hidup mempunyai fese yang bisa berubah sesuai usaha kita yang menjalaninya. Dengan kejujuran kita menulis kisah hidup tokoh hal ini akan memberikan cerita yang menarik bagi kita sebagai penulis dan pembaca nantinya saat buku telah selesai ditulis. Itulah manfaat menulis biografi sebagai proses evaluasi diri.

 

Sumber: Iwan Wahyudi

Manfaat Menulis Buku Kisah Hidup

Saya rasa penting untuk mengetahui manfaat menulis buku kisah hidup. Karena kita harus akui bahwa setiap orang mempunyai kisah hidup yang beragam. Maka keberagaman kisajh ini hendaknya bisa menginspirasi setiap orang sekaligus menjadi pembelajaran untuk bisa lebih tegar menjalani hidup di dunia yang penuh warna.

Ya, kisah hhidup manusi memang sangat berwarna. Ada kisah yang mengharu biru, dimana kita sebagai pelakunya merasa sedih, gundah gulana bahkan sampai menitikkan air mata. Namun tidak hanya berjalan seperti itu, ada juga kisah yang menyenangkan. Dimana saat itu kita merasa bahwa seluruh jiwa kita merasa terbang, berbunga-bunga dengan berbagai sebab yang seolah melambungkan diri kita.

Tak kalah penting dengan keduanya adalah kisah perjuangan kita dalam meraih impian dalam hidup. Diman dalam fase ini dirikita tegar bagaikan karang yang tak berubah sedikit pun meski diterjang ombak bertubi-tubi. Kita harus mengakui bahwa semua kisah yang dimiliki tiap orang menarik dan unik.

Setiap orang dalam kesehariannya sering mengenang apa yang telah dilakukannya; semasa ia kecil betapa kedua orang tuanya amat mencintainya, saat beranjak dewasa ia melakukan hal-hal menantang untuk menguji nyalinya, dan di saat yang lain ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan kuliahnya, bekerja dan berumah tangga.

Sungguh sayang untuk melewatkan setiap kisah yang kita jalani dengan hanya mengingatnya. Mengapa tidak kita bukukan saja? Itu akan menjadi rekam jejak kehidupan kita, yang senantiasa bisa kita kenang sampai kapan pun.

Manfaat menulis buku kisah hidup adalah dengan usaha tersebut kita akan berusaha mengingat lagi setiap perjalanan hidup yang pernah kita lewati. Akan banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik. Selain itu jika buku tersebut dibaca orang lain; istri, anak, saudara, sahabat dan kerabat Anda itu juga akan memberikan nilai moral dari apa yang telah kita lakukan.

Maka cobalah menulis kisah hidup Anda sendiri. Jika Anda anggap menarik dan berminat untuk mendalaminya, Anda bisa meningkatkan kompetensi Anda di bidang ini. Alhamdulillah saat ini penulis dengan spesifikasi penulisan biografi tidak kalah dengan penulis genre lainnya.

Menulis biografi akan memberikan Anda dua keuntungan. Pertama, Anda akan mendapatkan pelajaran berharga dari buku yang Anda tulis; kisah hidup Anda sendiri atau kisah hidup orang lain. Kedua, fee menulis yang Anda dapatkan yang disesuaikan dengan kualitas tulisan Anda. Inilah manfaat menulis buku kisah hidup.

 

Sumber: Iwan Wahyudi